Minggu, 07 Juni 2020

Kuliah Online Mesir Telegram S1

*Kuliah Al-Ulum Asy Syar'iyyah wal Arobiyyah (KUSA)*

Kabar gembira telah dibuka program kuliah jarak jauh (full online baik pelajaran maupun ujian). Yang lulus meraih gelar LC Mesir. Untuk biaya gratis tidak dipungut biaya. Terbuka untuk Ikhwan dan Akhwat.

-----------------------------
*Berikut ini informasi resminya*
------------------------------
#الآن يمكنكم #التسجيل في
كلية العلوم الشرعية والعربية عبر #الشبكة_العنكبوتية
Sekarang bisa mendaftar di Kuliah Al-Ulum Asy Syar'iyyah wal Arobiyyah
_(Mungkin kalau di Indo bisa disebut Ma'had Aly atau Sekolah Tinggi Ilmu Syariah dan Bahasa Arab)_

في دفعة ١٤٤٢هـ، ٢٠٢١م
الكلية تمنح #درجة_الليسانس في العلوم الشرعية والعربية
pada angkatan 1442 H/2021 M
Kuliah ini memberi gelar *License* (LC) pada (jurusan) Ilmu Syariah dan Bahasa Arab

#للتسجيل: املء استمارة التسجيل من الرابط التالي:
Untuk mendaftar : *isilah formulir pendaftaran* pada link berikut
https://forms.gle/735czmW9cu4CaUYn9

⛔️ سيتم #غلق باب التسجيل والقبول عند #اكتمال_العدد،
أو يوم ٢٩ ذي القعدة ١٤٤١هـ= ٢٠ يوليو ٢٠٢١م أيهما أقرب.
Pendaftaran dan penerimaan akan ditutup ketika (kuota mahasiswa/i terpenuhi) atau pada 29 dzul qi'dah 1441 H = 20 Juli 2021)

♻️ نرجو عدم التسجيل أكثر من مرة .
Kami berharap tidak ada pendaftaran ganda _(misal satu orang dua kali ngisi formulir atas nama/orang yang sama)_

🌐 لمتابعة #أخبار_الكلية يرجى الانضمام إلى صفحة #الفيسبوك:
Untuk mengikuti Kabar2/informasi KUSA ini bisa merujuk ke halaman/fanspage berikut
https://facebook.com/FOSAAS2

وقناة #التليجرام:
Channel Telegram
https://t.me/FOSAAS2
Rekaman pelajaran bisa dibuka di YouTube
https://youtu.be/P9pC-bfJwEQ
-------------------------------
*Catatan:*
1. Kuliah ini belum diakui resmi (secara hukum oleh Pemerintah Mesir) tapi sedang/akan diusahakan agar diakui resmi
2. Ijazah *KUSA* bisa dipakai untuk lanjut S2 di universitas tertentu _(mungkin yang sudah ada kerjasama dengan kampus KUSA)_
3. Lama pembelajaran selama 4 tahun
4. Tiap tahun ada penerimaan mahasiswa/i baru di *KUSA*
5 . Kuliah ini diampu oleh murid *Syaikh Wahid Abdus Salam Bali* (Syaikh Abdus Salam Bali adalah Pakar Rukyah dari Mesir). Beliau juga ikut mengajar di *KUSA*.
6. Cara daftarnya cukup dengan mengisi formulir diatas, kemudian join grub telegramnya dan tunggu pengumuman dari kampus
7. Perkuliahan dimulai pada Sabtu pertama bulan Muharram
8. Dari Indonesia udah ada angkatan awal _(seingat ana baru tahun lalu, jadi tahun ini angkatan kedua)_
9. Kalau mau daftar pastikan kemampuan bahasa Arab antum memadai karena pembelajaran full berbahasa Arab. Kalau sekiranya belum mampu, sebaiknya kuatkan bahasa Arabnya dulu. _(Daftar tahun depan aja)_
-----------------------------------
*Teknis perkuliahan*
-----------------------------------
1) Yaitu materi akan diberikan lewat Telegram secara teratur berupa audio rekaman Masyaikh.
2) Untuk waktu belajarnya fleksibel (bebas)
3) Selain itu ada tatap muka online (langsung) untuk tanya jawab seputar materi kuliah. (Waktunya ditentukan kampus)
4) Rencananya di tahun kedua materi fikih ditakhasuskan (divoting antara madzab Maliki, Hanafi, Hambali dan Syafi'i)
5) *KUSA* juga mengadakan majelis riwayat dan sanad _(Syaikh Wahid Abdus Salam Wali juga mengisi majelis riwayat dan sanad)_
6) Evaluasi/Ujian (UAS) dilakukan tiap semester melalui Website *KUSA*
7) Untuk detailnya bisa ditanyakan langsung ke pihak kampus *KUSA*

-----------------------------
*_Informasi ana kumpulkan dari fanspage, grub Kampus KUSA, mahasiswa aktif KUSA dan dari Ustadz ana. Silahkan digali sendiri informasi di fanspage resmi._



Sabtu, 15 Februari 2020

Siapa Thalibul Ilmi

📌يــــا مـــن تظـــن أنـك طالـــب_علـــم  ٲو طويلب علم ،، هـــل وصلت درجة العامي ؟؟

❶ العـاميّ المسلم
❷ وطـالب العلم 
❸ والعالم

قـــال الشيـــخ محمـــد سعيـد رســــلان حفظه الله

❶ العـامــّــيّ_المسلــــم 

📘هو الذي يعرف أصول اعتقاده معرفة إجمالية ، ويأتي بما فرض رب العالمين عليه وينتهي عما حرم الله رب العالمين عليه ، ويَجِّد في فعل الخيرات وترك المنكرات ، فإذا كان كذلك وهو مقبل على كتاب الله تعالى تلاوة ، وله حظ في قيام الليل ومشاركةٌ في صلة الأرحام وبر الأيتام والعطف عليهم إلى غير ذلك .
إذا أتيت بجميع هذه الأمور فأنت مسلم #عامي ، هذا مطلوب من كل مسلم، فهذا حد المسلم العاميِّ ، تكون مسلما عندما تأتي بأمثال هذه المسائل 

❷ طـــــالب_العلــم

📘يرتقي فوق هذه الدرجة ، فينقطع فيزاحم العلماء بالركب ، ويُجِدُّ ، ويجتهد ، ويحفظ ويستظهر ، ويُطلّق الدنيا جانبا ويقبل على سبيل العلم بأدبه ، ويجتهد في نفي الآفات عنه ، وتصير حياته في اتجاه واحد في طلب العلم، فهذا طالب العلم 

❸ أمــــا_العـــالـــم

📘فهو الذي عرف الموارد والمصادر وأحاط بالأقوال في أصولها وجمع المؤتلف والمختلف منها ، وحرر القضايا على الوجه الصحيح ، وعلِم دقائق المذاهب في الاعتقاد وفي الفقه وفي العبادة وفي العمل وفي السلوك وفي المنهاج ..
فإذا صار كذلك بحيث إذا ماسئل عرف الموارد والمصادر والأشباه والنظائر ، وقاس هذا على هذا ، واستخرج الحكم من غير أن يكون مقلِّدا ، فإن المقلِّد ليس بعالم ، فإذا وصل إلى الحكم مستنبطا، فهذا عالم ..

📚 ضوابط_تكفير_المُعيّن ص (71/70) ط  دار الفرقان

Senin, 03 Februari 2020

Karya Nashrani Di Bahasa Arab

Oleh: ust Wira Bachrun

Dua karya yang cukup populer di kalangan santri.
Kamus Munjid dan Mulakkhos Qawaid Al Lughotul Arabiyyah.
Dua-duanya ditulis oleh nashara.

Kamus Al Munjid disusun oleh dua pendeta Katolik Luis Ma'luf dan Bernard Tootle. Bangsa Arab meyakini bahwa rujukan utama Bahasa Arab adalah Al Quran dan Hadits, namun menurut Syaikh Masyhur Hasan Salman, tidak ada sepetik hadits pun yang dijadikan rujukan dalam Munjid. Bahkan kedua penulis menyebutkan bahwa basmalah maknanya adalah atas nama Bapa, Yesus dan Roh Kudus.

Kata Syaikh Masyhur Hasan Salman,

فينبغي أن يقاطع هذا القاموس وهناك بديل عنه مثل “القاموس المحيط” و”المعجم الوسيط” وغيرها ، والله أعلم

Maka sudah selayaknya untuk tidak lagi dipakai kamus ini dan diganti dengan kamus lainnya semacam Qomus Al Muhith atau Mu'jam Al Wasith.

Adapun Mulakkhos, maka ini pun penulisnya Nashrani Koptik yang bernama Fuad Ni'mah. Fuad mendapat gelar Lc dari Kairo University. Hehe.. Apa bayangan kita kalau seorang bergelar Lc?

Fuad Ni'mah pernah menjabat sebagai GM di Bank Nasional Mesir. Namun di luar itu Fuad Ni'mah juga menulis buku-buku dalam bahasa. Di antaranya adalah Al Mulakhhos dan A Complete and Simplified English Grammar.

Sejak tahun 1972, Fuad mendirikan Biro Penerjemahan resmi yang dia beri nama dengan namanya sendiri.

Yang difoto: Fuad Ni'mah.

Minggu, 02 Februari 2020

Masjid Samping Kuburan

إذا كان المسجد ليس في المقبرة، ولم يبن على المقبرة ولا على قبور فالصلاة فيه صحيحة، إذا كان مفصول عن القبور محجوزًا بينهما بالجدار، أما إذا كانت القبور أمام المصلي فلا؛ لقول النبي ﷺ: لا تصلوا إلى القبور ولا تجلسوا عليها.

"Jika masjid tidak berada di kuburan, dan masjid tidak dibangun di atas kuburan, maka solatnya sah, *jika terpisah dari kuburan dan terhalangi antara keduanya dengan tembok*, adapun jika kuburannya di depan orang yg solat secara langsung barulah terlarang, berdasar sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam: "janganlah kalian solat menghadap kubur, jangan pula duduk di atasnya."

Syaikh Abdul aziz bin baz رحمه الله

https://binbaz.org.sa/fatwas/17676/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D9%81%D9%8A-%D9%85%D8%B3%D8%AC%D8%AF-%D8%A7%D9%85%D8%A7%D9%85%D9%87-%D9%82%D8%A8%D8%B1-%D9%8A%D9%81%D8%B5%D9%84%D9%87-%D8%B9%D9%86%D9%87-%D8%AC%D8%AF%D8%A7%D8%B1

قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين – رحمه الله - :
إذا صلَّى الإنسان في مسجد أمامه مقبرة : فإن كان هناك فاصل شارع - مثلاً - أو جدار تام بحيث يكون المصلون لا يشاهدون المقبرة : فلا بأس بذلك ، أما إذا كان قريباً يلي المسجد مباشرة ، وليس فيه جدار ، أو فيه جدار قصير بحيث يشاهد المصلون هذه القبور : فإنه لا يجوز.

Syaikh muhammad solih al utsaimin berkata:

"Jika seseorang solat di sebuah masjid yg dihadapannya ada kuburannya, jika ada pemisah diantara keduanya semisal jalan, atau tembok yg utuh dimana para pesolat tidak bisa melihat kuburannya, maka yg seperti ini tidak masalah, adapun jika kuburannya langsung di hadapan masjid dan tidak ada temboknya, atau ada tembok namun pendek yg menjadikan pesolat bisa melihat kuburan tsb, barulah tidak boleh solat didalamnya."

 https://islamqa.info/ar/answers/157620/%D9%87%D9%84-%D8%AA%D8%AC%D9%88%D8%B2-%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D9%81%D9%8A-%D9%85%D8%B3%D8%AC%D8%AF-%D9%8A%D9%84%D8%AA%D8%B5%D9%82-%D8%A8%D9%82%D8%A8%D9%84%D8%AA%D9%87-%D9%85%D9%82%D8%A8%D8%B1%D8%A9


 فإذا كان القبر أمام المسجد، بمعنى أنه خارج جداره، فلا شيء في الصلاة في هذا المسجد، أما إذا كان داخل المسجد ويستقبله الناس في صلاتهم، فلا تجوز الصلاة في هذا المسجد.

"Jika kuburannya di depan masjid, yaitu berada di luar temboknya, maka tak ada larangan solat di masjid tsb, adapun jika kuburannya di dalam masjid, dan para pesolat berhadapan langsung dengannya, barulah terlarang melakukan solat di masjid ini."

Fatawa syabakah al islamiyah

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/40232/

Fiterjemahkan ust.  Setiawan Tugiyono BA hafizhahullah

Sabtu, 01 Februari 2020

Khot ngirit


Tips khot ngirit...
.
Spidol whiteboard di raut ujungnya dg cutter utk nulis, papan yg rata background putih atau ksih kertas lapisi lakban bening. Lakban bening medianya, tulisan spidol di sana bisa dihapus dg kanebo atau yg sejenis 👍🏻

Selasa, 28 Januari 2020

Belajar Bahasa Arab di Arab

Mahad lughah adl kelas belajar bahasa Arab, detail klik di bawah

http://www.santrinabawi.com/2016/08/tanya-jawab-mahad-lughoh-kerajaan-saudi-arabia.html?m=1

---
Beberapa kampus saudi yg ada beasiswa full belajar bahasa Arab sebelum masuk S1 utk ikhwan & akhwat, masih ada Univ Islam Madinah tapi itu ksmpus khusus ikhwan

Syarat klik di Bawah, biasanya pendaftaran waktu Ramadhan tiap tahun

http://www.santrinabawi.com/2017/08/beasiswa-mahad-lughowiyat-ksu-saudi-2017.html?m=1

http://www.santrinabawi.com/2017/03/beasiswa-mahad-lughoh-king-abdul-aziz-university.html

http://www.santrinabawi.com/2018/10/beasiswa-mahad-lughoh-umm-alqura-makkah.html?m=1

Senin, 27 Januari 2020

Belajar di Youtube

Informasi Belajar Bahasa Arab:
Saluran pelajaran bahasa arab yang tersedia di Youtube

1. Duruus Al-Lughah Al-'arobiyyah
Oleh: Ust. Jaelani
https://www.youtube.com/playlist?list=PL9D_HXwsPLpj-0FnA9FqVgf9VlQ3RSJ-R


2. Mulakhos
Oleh: Ust. Muhson Baidowi 
https://www.youtube.com/playlist?list=PL9D_HXwsPLpiJVfkwxBmU3epf1HDeFDpM


3. Mukhtarot
Oleh: Ust. Muhsin
https://www.youtube.com/playlist?list=PL9D_HXwsPLpgN5jO9oM-sQyJ7IfKnCtGu


4. Al-'arobiyah Bayna Yadayka
Oleh: Ust. Jaelani
https://www.youtube.com/playlist?list=PL9D_HXwsPLpiK9lFLc-Ba8D6wwxLGQ5KT


5. Muyyasar fii 'ilmi An-nahwi
Oleh: Ust. Abduh Tuasikal
https://m.youtube.com/playlist?list=PLUYZIGi0rAXBBTLhdVPFTd6XvbTnTS2EG


6. Duruus Al-Lughoh Al-'arobiyyah 1
Oleh: Ust. Muhammad Al-Ghazali
https://m.youtube.com/playlist?list=PLI1tfEqylnVh1fKH11ZGJ4wGg8Mq4XzU0


7. Duruus Al-Lughoh Al-'arobiyyah 2
Oleh: Ust. Muhammad Al-Ghazali
https://m.youtube.com/playlist?list=PLI1tfEqylnVjEaQ52Jmwqp_Ff810sqRTh


Selasa, 07 Januari 2020

Nahwu Terapan

https://archive.org/download/nhotka/nhotka.pdf

Kitab yg ditulis Syaikh Kholid bin Abdul Aziz

Senin, 06 Januari 2020

Mudhari Nun Niswah Murab

Apakah FI’il Mudhori’ yang Bersambung Nun Inats adalah Mabni?

Ibnu Malik (672H) mengatakan:
وأما المتصل بنون الإناث فمبني بلا خلاف
Adapun fi’il mudhori’ bersambung dengan nun inats, maka ia mabni tanpa perselisihan di kalangan ulama (Taudhihul Maqoshid: 1/306)
Namun Abu Hayyan (745H) dan al-Murodi (749H) membantah hal tersebut karena ada sebagian ulama yang menyebutkan bahwa fi’il mudhori’ yang bersambung dengan nun inats adalah mu’rob (Irtisyafudh Dhorob: 2/835, Taudhihul Maqoshid: 1/306)
Memang tidak bisa dipungkiri bahwasanya pendapat jumhur ulama adalah mabni-nya يذهبنَ dan تذهبنَ dengan sukun, dan pendapat ini dipelopori oleh Sibawaih (180H) di kitabnya, dengan perkataannya:
وإذا أردتَ جمعَ المؤنَّث في الفعل المضارع ألحقتَ للعلامة نونًا... وأسكنتَ ما كان في الواحد حرفَ الإعراب، كما فعلت ذلك في فَعَلَ حين قلت فَعَلْت وفَعَلْنَ، فأُسكنَ هذا ههنا وبني على هذه العلامة، ... لأنّه فِعلٌ كما إنه فِعْلٌ، ... فالنون ههنا في يَفعَلْنَ بمنزلتها في فَعَلْنَ.
Jika kamu mengikutkan nun inats pada fi’il mudhori’, maka kamu sukunkan huruf i’robnya (huruf terakhir), sebagaimana kamu lakukan hal tersebut pada fa’alta dan fa’alna, maka mabnikan dengan sukun padanya, karena ia fi’il (mudhori’) sebagaimana ia juga fi’il (madhi), maka nun pada “yaf’alna” sama dengan nun pada “fa’alna”. (al-Kitab: 1/20)
Pendapat jumhur ini masih sangat mendominasi di kelas-kelas Nahwu hingga saat ini. 

Namun perlu diketahui, terima atau tidak terima, bahwa disana ada sejumlah ulama yang berpendapat bahwa ia mu’rob, diantaranya adalah Akhfasy (215H):
والأخفش وبعض المتأخرين يذهبون إلى أنه معرب معها
Akhfasy bersama sebagian ulama setelahnya berpendapat bahwa fi’il mudhori’ mu’rob bersama nun inats (Roshful Mabani: 357)
Begitu juga Ibnu Durustuwaih (346H)
فَإِن لحقته نون إناث بني خلافًا لِابْنِ درسْتوَيْه
Jika bersambung dengan nun inats maka ia mabni menyelisihi pendapat Ibnu Durustuwaih (Ham’ul Hawami’: 1/72)
Begitu juga dengan Suhaily (581H):
وأما فعل جماعة النساء فكذلك أيضا إعرابه مقدر قبل علامة الإضمار كما هو مقدر قبل الياء من غلامي
Adapun fi’il untuk jamak muannats I’robnya muqoddar sebelum dhomirnya, sebagaimana ia juga muqoddar sebelum yaa’ mutakallim pada Ghulaamii. (Nataa’ijul Fikri: 124)
Begitu juga Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah (751H) menyebutkan hal yang sama (Badaai’ul Fawaaid: 1/83)
Apa alasan mereka memu’robkan يذهبن?
Mereka mengembalikan kepada kaidah asal, yakni semua fi’il mudhori’ mu’rob karena mirip dengan isim. Sebagaimana disampaikan oleh Anbari (577H):
إنما حمل الفعل المضارع على الاسم في الإعراب؛ لأنه ضارع الاسم؛ ولهذا، سُمِّي مضارعًا؛ والمضارعة: المشابهة
hanya fi’il mudhori’ yang disamakan dengan isim dalam I’rob, karena ia mirip dengan isim maka dari itu ia dinamakan mudhori’. Mudhoro’ah maknanya musyabahah (kemiripan). (Asrorul ‘Arobiyyah: 48)
Maka dari sini jelas sudah sumber perselisihan diantara kedua pendapat tersebut. Dimana kelompok Sibawaih dkk memabnikan يذهبن karena ia disamakan dengan fi’il madhi. Sedangkan kelompok Akhfasy dkk memu’robkan يذهبن karena ia diserupakan dengan isim.
Yang unik disini, selain bersambung dengan nun inats, seluruh ulama Nahwu sepakat bahwa fi’il mudhori’ mu’rob karena mirip dengan isim fa’il-nya, termasuk kelompok Sibawaih dkk, misalnya pada fi’il يَجْلِسُ ia mu’rob karena mirip dengan جَالِسٌ. Tapi mengapa mereka memabnikan ketika fi’il mudhori’ bersambung dengan nun inats? Hal ini mengesankan bahwa fi’il mudhori’ terkadang mirip dengan isim, terkadang juga mirip dengan fi’il madhi.
Maka mereka menjawab, hal ini dikarenakan nun inats adalah ciri khas fi’il maka itulah yang menyebabkan ia tidak lagi mirip dengan isim (Ham’ul Hawami’: 1/74)
Jika memang demikian, mengapa ketika fi’il mudhori’ didahului oleh harfu tanfis (sin dan saufa) ia tidak mabni? Padahal harfu tanfis adalah ciri khas fi’il mudhori’, dan ketika itu fi’il mudhori’ waktunya menjadi khusus (untuk mendatang), maka ia tidak lagi mirip dengan isim fa’il dari sisi waktu.
Maka Akhfasy mengatakan:
لأن المضارعة التي أوجبت له الإعراب موجودة فيه
Selama huruf mudhoro’ahnya masih ada maka ia mu’rob sebagaimana isim (Roshful Mabani: 357)
Ke

tika Suhaily dicap ulama yang menyelisihi jumhur dalam hal ini, maka beliau menjawab:
بل هو وفاق لهم لأنهم علمونا وأصلوا لنا أصلا صحيحا فلا ينبغي لنا أن ننقضه ونكسره عليهم وهو وجود المضارعة الموجبة للإعراب وهي موجودة في يفعلن وتفعلن فمتى وجدت الزوائد الأربع وجدت المضارعة وإذا وجدت المضارعة وجد الإعراب
Justru kami sepakat dengan mereka, karena merekalah yang mengajarkan kami kaidah asal yang shahih, yang mana tidak layak bagi kami mematahkan kaidah tersebut, yaitu adanya huruf mudhoro’ah pada fi’il mudhori’ mewajibkannya untuk mu’rob, sebagaimana pada يفعلن dan تفعلن. Ketika kita dapati 4 huruf tambahan (huruf mudhoro’ah) maka ia mu’rob (begitu yang diajarkan jumhur ulama Nahwu). (Nataa’ijul Fikri: 125).
Kemudian apa hujjah kelompok Akhfasy mengapa tanda I’robnya tidak muncul pada يفعلن? Suhaily menyampaikan:
فعلامة الإضمار منعت من ظهوره لاتصالها بالفعل وأنها لبعض حروفه فلا يمكن تعاقب الحركات على لام الفعل
Nun inats menghalangi munculnya tanda I’rob, karena ia bersama dengan fi’ilnya seperti 1 kata, maka inilah yang menghalangi munculnya harokat (Nataa’ijul Fikri: 124). Mereka meyakini bahwa tidak boleh adanya 4 harokat berturut-turut dalam 1 kata atau 2 kata yang dianggap 1 kata seperti fi’il dan dhomirnya.
Maka Ibnu Malik membantah hal tersebut:
أن توالي أربع حركات ليس مهملا في كلامهم، بل مُسْتخف بالنسبة إلى بعض الأبنية.
Berkumpulnya 4 harokat berturut-turut bukanlah hal yang mustahil dalam Bahasa Arab, namun biasanya diringankan di sebagian kata. (Syarah at-Tashil: 1/125)
Banyak kata yang terdiri dari 4 harokat berturut-turut tapi tidak disukunkan, misalnya جَنَدِلٌ (batu besar), بَرَكَةٌ (keberkahan), لُمَزَةٌ (pencela), dll. Maka ini menunjukkan lemahnya hujjah mereka.
Dan lagi, يَفْعَلْنَ seandainya lam tersebut diharokati maka tidaklah huruf yang beturut-turut yang 3 huruf bukan huruf, maka jelas ini tidak konsisten dengan kaidah yang mereka buat. Sehingga Ibnu Malik menyebutkan alasannya mengapa disukunkan:
وإنما سببه تمييز الفاعل من المفعول في نحو: أكرمْنا وأكرَمَنا
Sebabnya untuk membedakan fa’il dari maf’ul bih seperti “akromnaa” dan “akromanaa” (Syarah at-Tashil: 1/125)

Dari semua perbincangan ini, Guru kami Ustadz Abu Aus (Prof. Dr. Ibraheem Shamsan) menengahi:
“Aku lebih condong pada pendapat Suhaily bahwa يذهبن mu’rob namun ia disukunkan bukan karena alasan yang disampaikan oleh Suhaily melainkan untuk membedakan antara fa’il dengan maf’ul bih sebagaimana disampaikan oleh Ibnu Malik (Ta’mim Qo’idah an-Namath: 19). Wallahu A'lam

Abu Kunaiza
Di Kampung Senja (Ghurub)

Sumber:
http://bit.ly/nun-inats